J lo bertanya, Tahukah kamu mau kemana?
Do you know where you’re going to?
Do you like the things that life’s been showing you?
Where are you going to?
Do you know?
Do you get what you’re hoping for?
When you look behind you there’s no open door
What are you hoping for?
Do you know?
Once we were standing still in time
Chasing the fantasies that filled our minds
You knew how I loved you, but my spirit was free
Laughing at the questions that
you once asked of me
Do you know where you’re going to?
Do you like the things that life’s been showing you?
Where are you going to?
Do you know?
Now looking back at all we’ve had
We let so many dreams just slip through our hands
Why must we wait so long before we see
How sad the answers to those questions can be?
Do you know where you’re going to?
Do you like the things that life’s been showing you?
Where are you going to?
Do you know?
Do you get what you’re hoping for?
When you look behind you there’s no open door
What are you hoping for?
Do you know?
The Pretender
keep you in the dark you know they all pretend
keep you in the dark and saw it all begin
send in your skeletons
sing as the bones come marchin’ in again
the knee you buried deep
the secrets that you keep are ever ready, are you ready?
I’m finished making sense
done pleading ignorance
that whole defense
spending this energy
but the wheel thats spinnin’ me is never ending, never ending
same old story
*..what if I say you’re not like the others
what if I say you’re not just another one
look at your face, you’re the pretender
what if I say I’ll never surrender …*x2
in time I’m so I’m told
I’m just another soul for sale, oh well
the pages I repress
they are not permanent, they are temporary, same old story
*..what if I say you’re not like the others
what if I say you’re not just another one
look at your face, you’re the pretender
what if I say I’ll never surrender …*x2
I’m the voice inside your head you refuse to hear
I’m the face you have to face mirroring yourself
I’m whats left, I’m whats right, I’m the enemy
I’m the hand that takes you down and brings you to your knees
so who are you, yeah who are you, yeah who are you, yeah who are you
even in the dark, you know they all pretend
*..what if I say you’re not like the others
what if I say you’re not just another one
look at your face, you’re the pretender
what if I say I’ll never surrender …*x2
what if I say you’re not like the others
(even in the dark, you know they all pretend)
what if I you’re not just another one
(even in the dark, you know they all pretend)
look at your face, you’re the pretender
(even in the dark, you know they all pretend)
what if I say I’ll never surrender… x3
so who are you
yeah who are you
yeah who are you
yeah who are you…
Tarif Listrik Bakal Naik
JAKARTA, (PR).-
Rencana pemerintah yang akan mencabut subsidi terhadap PLN Rp 10 triliun, akan memiliki konsekuensi terhadap kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Sementara itu, rencana privatisasi perusahaan negara yang diputuskan dalam RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) PT PLN pada 8 Januari 2008 lalu harus tetap ditolak. Sebab, privatisasi yang diawali dengan unbundling atau pemecahan, baik secara vertikal (fungsional) maupun horizontal (kewilayahan), diperkirakan akan menyebabkan kenaikan harga listrik hingga 50 persen.
Hal tersebut terungkap dalam diskusi Pro-kontra Privatisasi PLN yang diselenggarakan Forum Kajian Sosial Kemasyarakatan (FKSK) di Gedung Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI) Jln. Gatot Subroto Jakarta, Senin (18/2). FKSK adalah forum diskusi yang dibentuk atas kerja sama HTI, Forum Umat Islam (FUI), Majelis Taklim Wisma Dharmala Sakti (WDS), YPI Al Azhar, dan Khilafah Center, serta didukung oleh Kantor Berita Antara.
Tampil sebagai pembicara dalam diskusi tersebut, Ketua Umum DPP Serikat Pekerja PLN Ir. Ahmad Daryoko, pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy, dan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ir. H.M. Ismail Yusanto.
"Satu bulan ke depan, tarif listrik akan naik karena subsidi listrik Rp 10 triliun akan dicabut pemerintah," kata Noorsy menegaskan.
Kepada "PR" seusai diskusi, Noorsy menjelaskan, penghapusan subsidi bagi PLN itu antara lain dilakukan dengan model pembatasan pemakaian untuk rumah tangga. Jika melewati batas tertentu, akan dikenakan tarif mahal.
"Hingga kini, pembatasan itu sebagai penentu pemberian insentif atau disinsentif belum diputuskan. Tetapi, apabila penghapusan subsidi Rp 10 triliun itu benar-benar dilakukan pemerintah, tentu akan berdampak pada kenaikan TDL antara 10-15 persen," katanya menegaskan.
Ahmad Daryoko menegaskan, sikap SP PLN yang tetap menolak rencana privatisasi PLN tersebut sebagaimana yang disampaikan pihaknya dalam surat yang ditujukan kepada Presiden SBY pada 25 Januari 2008 lalu.
RUPSLB Januari lalu memutuskan untuk segera melakukan restrukturisasi terhadap PLN, berupa pembentukan lima anak perusahaan distribusi yakni Distribusi Jakarta Raya, Distribusi Jawa Barat, Distribusi Jawa Tengah, Distribusi Jawa Timur, dan Distribusi Bali, serta satu anak perusahaan transmisi dan Pusat Pengatur Beban Jawa- Bali, paling lambat akhir tahun 2008 ini.
RUPSLB juga menetapkan akan dibentuk dua BUMN Pembangkitan, yaitu PT Indonesia Power dan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB).
Menurut Daryoko, pemecahan (unbundling) yang merupakan langkah awal privatisasi PLN, membawa konsekuensi kenaikan tarif listrik hingga 50 persen akibat beban biaya (pajak, biaya operasional, dan sebagainya). Selain itu, tiga entitas kelistrikan yaitu pembangkitan, transmisi, dan distribusi, yang selama ini menjadi satu di bawah PLN, menjadi berbeda.
"Ini jelas akan merugikan konsumen. Apalagi, visi profitisasi yang menugaskan PLN ditempatkan sebagai perusahaan yang harus mencetak keuntungan (profit), akan semakin membawa PLN jauh dari fungsi kewajiban memberikan pelayanan publik," ujar Daryoko.
Mengenai pemecahan secara horizontal, dikhawatirkan akan mengancam kelangsungan penyediaan listrik di luar Jawa, mengingat selama ini biaya operasional listrik di luar Jawa disubsidi dari penghasilan listrik di Jawa. Total penghasilan listrik di Jawa 80 persen dari total penghasilan PLN secara nasional.
Jika pecah, antara Jawa dan luar Jawa, menurut Daryoko, beban subsidi silang itu akan hilang. Akibatnya, harga listrik di luar Jawa akan naik berlipat-lipat. "Jika pemecahan secara horizontal ini tetap dilakukan, pemda di luar Jawa secara umum akan mengalami defisit antara Rp 500 miliar sampai Rp 3,5 triliun. Bukan seperti hitungan semula, Rp 300 miliar sampai Rp 1,5 triliun," katanya.
Terancam bangkrut
Sementara itu, pertekstilan di Jawa Barat diperkirakan akan kembali mengalami kelesuan jika rencana untuk menaikkan TDL jadi dilaksanakan. Dengan kenaikan sekitar 10-15%, biaya produksi akan meningkat hingga 5%, sedangkan pasar tidak akan mampu menampung. Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jabar, Ade Sudrajat, Senin (18/2) malam.
Menurut Ade, dengan kenaikan tersebut, industri pertekstilan akan mengalami kemunduran daya saing. Selain itu, Ade juga memperkirakan akan ada beberapa pabrik TPT di Jabar yang gulung tikar.
"Listrik naik juga mengakibatkan harga-harga ikut naik, daya beli masyarakat akan semakin rendah, alokasi membeli pakaian dialihkan jadi membayar listrik. Beberapa pabrik bisa bangkrut kalau begitu," ujar Ade.
Mengenai jumlah pabrik yang akan gulung tikar jika kebijakan itu jadi dilaksanakan, Ade belum dapat memastikan. "Saya belum mengetahui kekuatan modal dari industri tekstil kita. Jadi belum bisa dipastikan. Yang pasti, akan ada yang tutup," tutur Ade.
Oleh karena itu, Ade mengharapkan agar kenaikan tarif listrik tidak jadi dilaksanakan. "Awal tahun lalu sudah naik. Bukankah janji pemerintah tidak akan menaikkan TDL hingga 2009?" ujarnya. (A-75/CA-175)***
Current Affairs | Comment (0)Simply_Red
"Say You Love Me"
Being one of those grains of sand
I get blown all around the world
And what I make of it
Oh I don’t know
What’s the meaning of it
Oh I don’t know
I’ve been around so many times
That the worlds turning in my mind
What do I think of it
Oh it’s so so
What more can you be than the things they say you’ve been
Say you love me all around the world
Stay and hug me all around the world
Be yours a boy or be mine a girl
Just say you love me
Just say you love me
I never ever realised
It’s so easy to make you cry
But did I break a bit
Oh I hope no
Have you forgot about it
Oh I hope so
But you never ever wonder why
In every single pair of eyes
There is a hunger in it
Or it’s soul dies
What more can you be than the things they say you’ve been
Say you love me all around the world
Stay and hug me all around the world
Be yours a boy or be mine a girl
Say you love me all around the world
Stay and hug me all around the world
Be yours a boy or be mine a girl
Just say you love me
Come on now darling, say you love me
Oh yeah, please please say you love me
Come on say you love me..
Tata Ruang Jakarta Sudah Tidak Terselamatkan
JAKARTA–MI: Tata ruang Jakarta sudah tidak terselamatkan sehingga apapun upaya yang dilakukan untuk mengendalikan banjir tidak ada artinya kecuali mengembalikan seperti semula dengan biaya sangat mahal.
“Satu-satunya jalan keluar agar hubungan Indonesia dengan dunia internasional tetap terjalin dengan memindahkan ibukota,” kata Ketua Umum Lembaga Konsumen Jasa Konstruksi, Bambang Pranoto di Jakarta, Senin (4/2).
Saat ini hujan baru berlangsung satu setengah hari, ibukota sudah lumpuh, bandara ditutup, akses jalan tol menuju bandara putus. Padahal kawasan-kawasan ini merupakan obyek vital yang harus dijaga kelangsungannya, katanya.
Volume banjir yang terjadi di Jakarta tidak akan teratasi dengan teknologi kostruksi apapun akibat penyimpangan tata ruang yang sudah parah sehingga sulit diperbaiki.
“Tahun 2003 saya pernah hitung mencapai 23 juta meter kubik. Alokasi anggaran untuk mengatasi sudah tidak mungkin apalagi mental pejabat yang betanggungjawab soal izin masih rendah alias korup,” kata Bambang.
“Saran saya satu-satunya cara ibukota pindah ke Kallimantan Tengah sesuai ide Bung Karno pada tahun 1953. Namun dalam perkembangan tata ruangnya tetap harus dikendalikan,” ujarnya.
Penyimpangan itu berbentuk perubahan tata guna lahan, dilanggarnya ketentuan lingkup bangunan (building coverage) sehingga menghilangkan daya serap tanah terhadap air muka (hujan).
Kemudian muncul juga disorientasi tata ruang ego wilayah (akibatkan ‘banjir’ kiriman’), yang sulit diperhitungkan. Mengingat penyimpangan dan dampaknya bersifat akumulatif.
Di Jakarta dua per tiga luasan sudah menjadi obyek banjir, sementara laju pembangunan prasarana banjir sama sekali tak seimbang dengan usaha menghindari dan menanggulanginya. “Jakarta akan tenggelam itu bisa dihitung kapan terjadi,” kata Bambang. (Ant/OL-2)
sumber: media-indonesia online
Uncategorized | Comment (1)