Orang Batak pake Batik
He is little bit sad but also proud to be Indonesian.!!
Semboyan
Esa hilang, eka datang
bersatu kita Teguh, bercerailah mereka gaduh.
eka: Guh, ngapain kami kemari?
Teguh: Saya khan ngegantiin peran esa yang hilang
eka: Siapa yang suruh… eku khan sudah datang
Teguh: Dua bilang seharusnya dia yang terbilang
eka: Palsuuuuuu……
Teguh: Pangkalan susu?
eka: bukan… bukan itu
Teguh: Jadi apa?
eka: Bajakan
Teguh: Beli yang asli jangan bajakan
laporan cuaca untukmu uncal
Suhu dan kelembaban makin tak menentu akhir-akhir ini,
pun ada pohon menjulang di samping gedung yang lebih tinggi
terasa udara sembab penuh uap
dan aku menjadi gampang berkeringat
semoga hari mu lebih menyenangkan,
dengan santapan rumput artifisial
di habitat buatan belakang istana sana
spongebob
<<<<
“Sekarang, setelah dia kaya dan terkenal, dia benar-benar menjadi narsis/arogan”
Curhat_aja | Comments (3)BOGOR
Bogor is a city in West Java with a population of approximately 800,000 people in the CBD area and 2,000,000 in suburban area, bringing a total of 3 million population. It was the capital of Indonesia during the British occupation under Stamford Raffles and was used as the capital by the Dutch during the dry season, then known as Buitenzorg (meaning "beyond cares").
Bogor boasts a presidential palace, a deer park and a botanical garden in the town centre. It is home to the Institut Pertanian Bogor (or Bogor Institute of Agriculture).
Bogor is on a main road from Jakarta to Bandung, over the Puncak pass. To the south of the city are large tea plantations. During colonial times the Bogor area developed as a centre for plantations. Apart from the tea (Mount Mas), there were coffee plantations at nearby Sukabumi and later vast rubber plantations that stretched from Bogor as far as Citereup and Bukit Sentul.
The suburban area of Bogor is part of the Bogor Regency, while the urban is the Bogor City. Currently Bogor bears the nickname "the Rain City" (Kota Hujan), suggesting that it is very wet and nearly always rains even during the dry season.
(from: http://en.wikipedia.org/wiki/Bogor)
Uncategorized | Comment (0)Malam-malam di Baranangsiang
Lamban waktu cepat bergulir,
renta tubuh sudah terukir…
di papan iklan segede gaban,
depan terminal itu suatu malam.
pusaka, maya raya, dan lain sebagainya.
deru deram redam kesunyian diri,
di malam itu, di malam ini
dan dimalam-malam selanjutnya.
logak lobang di jalan,
khusus di desain sedemikian rupa
sehingga, laju kendaraan bergoyang-goyang.
Lambat tapi laun, akhirnya sampai juga,
di jambu dua.
(adam2007)
Uncategorized | Comment (1)