Pemuda Ibrahim

April 16th, 2007

Alkisah, seorang pemuda bernama Ibrahim sudah muak dengan perilaku masyarakat di sekitar dia. Orang-orang sangat mengagung-agungkan berhala, kehidupan mereka sangat bergantung pada berhala. Berhala menjadi kekuatan politik, karena raja akan menyembah berhala yg paling besar dan tentunya pengikutnya pun paling banyak. Berhala menjadi penggerak ekonomi, karena orang-orang bekerja utk memberi sesaji pada berhala. Berhala lebih berharga dari nyawa manusia.

Pemerintah menyediakan tempat khusus utk menyimpan berhala-berhala besar, utk memudahkan akses masyarakat utk menyembah berhala.Tempat itu selalu ramai oleh pengunjung. Namun, di negeri itu dalam setahun ada satu hari festival. Dimana orang-orang akan berlibur keluar kampung, berleha-leha tidak bekerja, dan juga tidak mengunjungi tuhan-tuhan mereka.

Pada hari festival itu, pemuda ibrahim ingin membuka pemikiran kaum nya bahwa berhala-berhala itu bukanlah tuhan yg layak disembah. Ibrahim berbekal kampak mendatangi tempat penyimpanan berhala. Dihancurkannya berhala-berhala itu, dan disisakannya satu berhala yg paling besar. Kampak yg dia gunakan utk membabat berhala-berhala digantungkannya di leher berhala paling besar itu.
Ketika keesokan harinya, masyarakat gempar melihat berhala-berhala yg hancur. Komite penyelidik segera dibentuk, untuk mencari siapa dalang perbuatan yg mereka anggap terkutuk itu. Dan, akhirnya penyelidikan mengarah pada pemuda Ibrahim sebagai tersangka utama. Karena dia dianggap vokal dalam menentang penyembahan berhala, dan waktu hari festival pemuda ibrahim tidak terlihat ikut berlibur keluar kampung.

Akhirnya dalam sebuah persidangan akbar, pemuda ibrahim diseret ke meja hijau. Hakim istana bertanya: " Ibrahim, apakah kamu yang merusakkan patung-patung itu???" pemuda Ibrahim pun menjawab :" Kenapa tidak tanyakan saja kepada patung yg paling besar itu, dia pasti ada di tempat kejadian perkara saat itu, dan di lehernya tergantung alat bukti yg mungkin digunakan utk menghancurkan patung2 lainnya"
Hakim naik pitam dan berkata " kamu gila Ibrahim, jadi kamu menuduh patung sebagai pelakunya??, mana mungkin patung besar itu bisa bicara dan bergerak untuk menghancurkan patung lainnya!". Ibrahim menjawab:"Kalian lebih gila lagi, sudah tahu patung-patung itu tidak bisa bicara, tidak bisa mendengar, tidak bisa bergerak, tapi tetap saja kalian menyembahnya, memohon pertolongan padanya dan menggantungkan kehidupan kalian padanya!"

Begitulah, sepenggal kisah dari ribuan tahun yang lampau…

Saat ini, berhala itu telah berganti rupa menjadi Uang…..

dan Pemuda Ibrahim itu??? wallohualam bishowab




3 Responses to “Pemuda Ibrahim”

  1.   Groundporos on April 16, 2007 7:08 pm

    nice…

  2.   byan on April 17, 2007 6:15 pm

    hihihihihiii…..andai saja semua orang membacanya…:)….pasti gak akan ada orang2 kecil yang tertindas…gak akan ada lagi manusia2 egois yang cuma memikirkan dirinya sendiri…:)….
    a ja!!a ja!!!!

    wass..

  3.   Smunopat on April 18, 2007 8:00 pm

    sekolah dimana nih nanti pemuda Tera???

Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind