Cinta Sebening Embun

September 18th, 2006
Pernahkah engkau coba menerka
apa yang tersembunyi di sudut hati?
Derita di mata, derita dalam jiwa
kenapa tak engkau pedulikan?
Sepasang kepodang terbang melambung
Menukik bawa seberkas pelangi
Gelora cinta, gelora dalam dada
kenapa tak pernah engkau hiraukan?

Selama musim belum bergulir

Masih ada waktu untuk saling membuka diri

sejauh batas pengertian

Pintu tersibak, cinta mengalir sebening embun

Kasih pun deras mengalir
cemerlang sebening embun
du du du du du du du du du du hu
Pernahkah engkau coba membaca
sorot mata dalam menyimpan rindu?
Sejuta impian, sejuta harapan
kenapakah mesti engkau abaikan?

Selama musim belum bergulir

Masih ada waktu untuk saling membuka diri

sejauh batas pengertian

Pintu tersibak, cinta mengalir sebening embun

Kasih pun deras mengalir
cemerlang sebening embun

Selama musim belum bergulir

Masih ada waktu untuk saling membuka diri

sejauh batas pengertian

Pintu tersibak, cinta mengalir sebening embun

|–’..’–|

by: Ebiet G. Ade (1986 version)




Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind