3 Hari Under-Ground Check
Evie Tamala, Alam, Fetty Verra, itje tresnawati
Kotamu aku kunjungi…
Hai, Tamara Blezynski,
kota kelahiran nenek moyangmu juga ku pijaki.
Ada kenangan manis di ciamis…
Banyak mojang cantik di tasik,
persawahan yang menghampar luas
sungai penuh bebatuan.
diiringi theme song filem korea.
menyusuri jalur menuju galunggung
mengunjungi danau, mencari titik-titik
tasik-tasik tasik
berjalan di alam terbuka, menambah erat persahabatan
seperti saat terjerumus di lumpur tegalan basah,
menerobos hutan pohon bambu
tergesek pucuk rumput di hamparannya.
Sendiri, merenungi karunia…
menyadarkan se-fana dia nya
tepi pasir pantai cipatujah.
ada harap disana, lurus dibalik cakrawala
walaupun akhirnya antartika
gemuruh ombak akan memastikan
air laut akan menemui bibir pantai
akan menemui bibir pantai
berbaring sejenak, lalu pergi lagi arungi samudera.
5 Responses to “3 Hari Under-Ground Check”
Leave a Reply
Ko nama saya tidak termasuk di dalam puisinya?? kan itu juga tanah kelahiran sayah Bung Adam..heuheuheu, kayaknya saya sudah sperti orang Bandung asli mungkin yah =P ?
Bung Adam, karin agak lambat mengartikannya. Hanya satu yang langsung nyambung,
“menerobos hutan pohon bambu
tergesek pucuk rumput di hamparannya”. Suamiku apa kabarnya kamu disana?
Karin, kata bisa berarti semua makna… jadi jangan takut utk mengartikannya sesuai yg karin ingini…
mengenai mas Riza, berbahagialah dia memiliki pendamping hidup yang selalu merindukan hadirnya disisi..
now that it’s done…
Terimakasih.. hanyalah sepenggal kata yang mampu memaknai semua kisah.. tanpanya semua tak akan pernah sama. Terimakasih bung Adam!